Berikut artikel ±2000 kata, original, dan membahas topik membaca juz/surah pendek dengan tartil secara lengkap dan mendalam.
Membaca Juz dan Surah Pendek dengan Tartil: Upaya Menjaga Kemurnian Bacaan al-Qur’an
Membaca al-Qur’an merupakan ibadah yang memiliki nilai luar biasa dalam kehidupan seorang muslim. Tidak hanya menjadi sumber petunjuk, al-Qur’an juga menjadi cahaya hati dan penuntun moral dalam menjalani kehidupan. Dalam tradisi Islam, membaca al-Qur’an tidak dilakukan secara sembarang. Ia memiliki kaidah, etika, serta metode yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, salah satunya adalah membaca dengan tartil. Tartil bukan sekadar memperlambat bacaan, tetapi mencakup ketelitian, ketertiban, kejelasan makhraj huruf, serta kesesuaian dengan hukum-hukum tajwid.
Di kalangan umat Islam, membaca juz-juz tertentu atau surah-surah pendek — seperti al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas — sering dilakukan dalam berbagai kesempatan. Baik itu sebagai dzikir, amalan harian, sebelum tidur, ataupun ketika mengajarkan anak-anak untuk memulai belajar al-Qur’an. Oleh karena itu, memahami bagaimana membaca juz atau surah pendek itu dengan tartil menjadi penting agar ibadah ini dilakukan dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai konsep tartil, keutamaan membaca al-Qur’an dengan tartil, cara mempraktikkannya, hingga tips melatih bacaan agar semakin baik dan sesuai kaidah yang benar.
1. Makna Tartil dalam al-Qur’an
Kata tartil disebutkan dalam surat al-Muzzammil ayat 4:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah al-Qur’an itu dengan tartil.”
Mufasir menjelaskan bahwa tartil berarti membaca al-Qur’an dengan perlahan, jelas, dan sesuai aturan. Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata:
Tartil adalah mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui waqaf (tempat berhenti bacaan).
Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa tartil mencakup beberapa aspek:
a. Ketepatan makhraj dan sifat huruf
Setiap huruf Arab memiliki tempat keluarnya suara (makhraj) yang spesifik. Misalnya:
-
Ba berasal dari kedua bibir
-
Qaf dari pangkal lidah
-
Ha (هــ) dari tengah tenggorokan
Membaca dengan tartil berarti memastikan huruf keluar dari tempatnya secara benar.
b. Memahami hukum tajwid
Hukum bacaan seperti ikhfa’, idgham, mad, qalqalah, iqlab, dan lainnya menjadi bagian penting dari tartil. Tanpa tajwid, makna ayat bisa berubah.
c. Membaca dengan tempo teratur
Tempo bacaan tidak terlalu cepat sehingga menghilangkan kejelasan, namun juga tidak terlalu lambat sehingga mengganggu kekhusyukan.
d. Memperhatikan waqaf dan ibtida’
Mengetahui kapan harus berhenti dan dimana memulai kembali agar makna ayat tidak terputus atau berubah.
2. Keutamaan Membaca al-Qur’an dengan Tartil
Ada banyak keutamaan bagi seseorang yang membaca al-Qur’an dengan benar dan tartil. Beberapa di antaranya:
a. Mendapat pahala berlipat
Setiap huruf dari al-Qur’an bernilai pahala, bukan satu kata tetapi satu huruf. Membaca dengan tartil memastikan seseorang melafalkan huruf-huruf tersebut dengan benar.
b. Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ
Rasulullah dikenal memiliki bacaan al-Qur’an yang sangat tertib dan indah. Beliau mengajarkan agar bacaan tidak tergesa-gesa.
c. Menjaga kemurnian al-Qur’an
Generasi awal umat Islam sangat menekankan keakuratan bacaaan. Dengan tartil, kita ikut menjaga tradisi mulia ini.
d. Membantu pemahaman makna
Dengan tempo yang jelas, seseorang lebih mudah merenungi ayat-ayat yang dibaca.
e. Menenangkan hati dan pikiran
Ritme tartil memberikan ketenangan jiwa. Bacaan yang perlahan dan jelas terbukti mampu menenangkan pikiran, bahkan menjadi terapi spiritual.
3. Mengapa Surah-Surah Pendek Cocok Dilatih dengan Tartil?
Surah-surah pendek, terutama yang berada di Juz 30, sangat cocok digunakan sebagai latihan membaca tartil, terutama bagi pemula. Ada beberapa alasan:
a. Struktur ayat yang pendek
Ayat-ayatnya biasanya lebih ringkas sehingga mudah dipelajari secara bertahap.
b. Rangkaian tajwid yang beragam
Dalam satu surah pendek saja terdapat banyak hukum tajwid, misalnya:
-
Idgham
-
Ikhfa’
-
Mad
-
Qalqalah
-
Ghunnah
Ini menjadikan surah pendek efektif sebagai bahan latihan.
c. Sering dibaca dalam shalat
Menguasai surah pendek dengan tartil membuat shalat menjadi lebih khusyuk dan benar.
d. Mudah dihafal anak-anak
Saat mengajarkan anak, tartil membantu anak memahami bentuk bunyi huruf dengan benar.
4. Cara Membaca Surah Pendek dengan Tartil
Untuk membaca juz atau surah pendek dengan tartil, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
1. Memulai dengan Niat yang Tulus
Membaca al-Qur’an adalah ibadah. Niatkan untuk mendapatkan ridha Allah, bukan untuk dipuji suara atau kelancaran bacaannya.
2. Mengetahui Tajwid Dasar
Beberapa hukum dasar yang wajib dipahami antara lain:
-
Mad thabi’i
-
Mad wajib muttasil
-
Mad jaiz munfasil
-
Iqlab
-
Idgham (bighunnah & bilaghunnah)
-
Ikhfa’
-
Qalqalah (kubra & sughra)
-
Ghunnah
Tanpa mengenali hukum-hukum ini, seseorang sulit membaca tartil secara benar.
3. Melatih Makhraj Huruf
Perhatikan bagaimana ustadz atau qari profesional mengucapkan huruf. Latihan di depan cermin bisa membantu memantapkan posisi lidah dan bibir.
4. Mengatur Tempo Bacaan
Bacaan hendaknya:
-
Tidak terburu-buru
-
Jelas dan tenang
-
Konsisten dari awal hingga akhir surah
5. Memahami Terjemahan Ayat
Pemahaman makna membantu pembaca merasakan alur ayat sehingga bacaan lebih khusyuk.
6. Mendengarkan Bacaan Qari
Mendengar qari seperti Mishari al-Afasy, al-Husary, atau Abdul Basit memperkaya referensi pembacaan tartil.
7. Membiasakan Latihan Harian
Latihan rutin adalah kunci. Mulailah dari 1 surah pendek per hari dan naikkan secara bertahap.
5. Contoh Tartil pada Surah-Surah Pendek
Berikut beberapa contoh surah yang sangat cocok digunakan sebagai latihan tartil:
a. Surah al-Fatihah
Al-Fatihah adalah surah wajib dalam shalat. Membaca dengan tartil akan menjamin validitas shalat seseorang. Surah ini memiliki banyak hukum tajwid, misalnya:
-
Mad thabi’i pada kata "العالمين"
-
Ikhfa’ pada kata "أنعمت"
-
Tafkhim pada huruf-huruf seperti صراط
b. Surah al-Ikhlas
Surah ini memiliki struktur ayat pendek yang memungkinkan latihan kejelasan makhraj.
c. Surah al-Falaq dan an-Nas
Kedua surah ini banyak mengandung huruf-huruf yang membutuhkan tekanan khusus, misalnya qaaf, ghain, kha, dan sin.
6. Kesalahan Umum dalam Membaca Surah Pendek
Meskipun surah-surah pendek tampak mudah, ada beberapa kesalahan umum, seperti:
1. Membaca dengan terlalu cepat
Umumnya dilakukan karena ingin cepat selesai atau merasa sudah hafal.
2. Tidak memperhatikan hukum mad
Sebagian pembaca sering lupa memanjangkan bacaan pada tempat yang benar.
3. Makhraj buram atau tidak jelas
Contoh: mengucapkan huruf ha (ه) seperti kha (خ), atau sin menjadi syin.
4. Tidak memperhatikan panjang pendek harakat
Kesalahan ini dapat mengubah arti bacaan.
5. Salah waqaf (berhenti) dan ibtida’ (memulai)
Menghentikan bacaan di tempat yang tidak tepat dapat mengubah makna ayat.
7. Manfaat Spiritual Membaca dengan Tartil
Membaca dengan tartil bukan hanya memperindah suara, tetapi membawa banyak manfaat batin:
a. Mendalamkan rasa tadabbur
Dengan tempo yang tenang, pikiran lebih mudah merenungkan setiap makna ayat.
b. Menghadirkan ketenangan jiwa
Irama tartil yang stabil membuat hati lebih damai.
c. Mendekatkan kepada Allah
Ketika seseorang membaca al-Qur’an dengan benar, ia menjalankan sunnah Rasul dan memperbaiki hubungannya dengan Rabb-nya.
d. Melatih kesabaran dan konsistensi
Tartil mengharuskan ketelitian, sehingga melatih karakter disiplin.
8. Panduan Praktis Latihan Tartil Harian
Untuk meningkatkan kemampuan membaca juz dan surah pendek dengan tartil, berikut panduan praktis yang mudah dijalankan:
1. Program 10 Menit Setiap Hari
-
3 menit mendengarkan bacaan qari
-
5 menit menirukan
-
2 menit memperbaiki bagian yang salah
2. Fokus pada 1 Surah Pendek Per Hari
Misalnya:
-
Hari 1: al-Fatihah
-
Hari 2: al-Ikhlas
-
Hari 3: al-Falaq
-
Hari 4: an-Nas
Dan seterusnya.
3. Rekam Suara Bacaan Sendiri
Mendengarkan ulang membantu menyadari kesalahan.
4. Mintalah Koreksi dari Guru
Seorang guru atau ustadz sangat penting untuk memperbaiki makhraj dan tajwid.
5. Gunakan Mushaf Tajwid
Mushaf warna memberikan panduan visual dalam menerapkan tajwid.
9. Mengajarkan Tartil kepada Anak
Mengajarkan anak membaca surah-surah pendek dengan tartil memiliki tantangan tersendiri. Namun, metode berikut bisa membantu:
a. Gunakan metode talaqqi
Anak mendengarkan dan meniru guru secara langsung.
b. Ulangi dengan ritme tetap
Anak sangat responsif terhadap pola bunyi yang stabil.
c. Berikan contoh jelas per huruf
Jangan langsung membaca ayat, tetapi per huruf terlebih dahulu.
d. Berikan pujian dan motivasi
Penguatan positif membuat anak lebih semangat belajar.
10. Kesimpulan
Membaca juz atau surah pendek dengan tartil merupakan ibadah yang membawa banyak keutamaan. Tartil bukan sekadar membaca dengan perlahan, tetapi mencakup kejelasan huruf, ketepatan tajwid, pemahaman makna, serta ketenangan dalam menyampaikan ayat demi ayat. Surah-surah pendek sangat cocok digunakan sebagai bahan latihan tartil karena memiliki ayat-ayat ringkas namun kaya hukum bacaan.
Dalam menjalani latihan tartil, konsistensi adalah kunci. Mulailah dari surah pendek, dengarkan bacaan qari yang benar, rekam bacaan sendiri untuk evaluasi, dan jika memungkinkan, mintalah bimbingan ustadz. Dengan latihan teratur, seseorang tidak hanya mampu membaca dengan benar, tetapi juga akan merasakan keindahan al-Qur’an yang sesungguhnya.
Semoga artikel ini dapat menjadi panduan dan motivasi untuk terus memperbaiki kualitas bacaan al-Qur’an kita, agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna dan diterima oleh Allah SWT
MASUK PTN